Sabtu, 20 April 2013


PELUANG AGRIBISNIS BUDIDAYA PERTANIAN BUAH NAGA

Oleh :
 Dikky Setiawan
111201011
HUT 4-A


PENDAHULUAN

Latar Belakang        
Indonesia Merupakan negara agraris yang kaya akan berbagai macam hasil produk pertanian dan berlimpah ruah. Peluang usaha agribisnis yang menguntungkan di indonesia banyak sekali macamnya. Banyak sekali pegusaha agribisnis yang telah sukses baik di sektor pertanian maupun sektor peternakan.
            Buah naga (Dragon Fruit) mungkin masih terdengar awam di telinga masyarakat, karena pada tahun 2001 buah ini hanya ada di Israel, Australia, Thailand dan Vietnam, tetapi pada tahun 2003-2005 sudah mulai merambah pasaran Indonesia dan pada saat ini sudah banyak buah naga yang dikembangkan di berbagai kota di Indonesia bahkan banyak buah naga import yang banyak didatangkan dari Australia dan china,walaupun demikian bukan berarti peluang agribisnis buah naga kalah dengan buah naga import,faktor yang dapat mengalahkan pasaran buah naga import adalah kualitas dengan kata lain buah naga indonesia dikelola dengan baik dan didukung tanahyang subur bukan tidak mungkin buah naga indonesia menjadi buah naga dengan kualitas nomor 1.
            Pada awalnya tanaman ini sebagai tanaman hias, karena bentuk batangnya segitiga, berduri pendek, bunganya indah mirip bunga Wijayakusuma, dan  berbentuk corong. Selain itu, tanaman buah naga dijuluki sebagai “night blooming cereus” karena bunganya mulai mekar pada senja hari dan mekar sempurna pada malam hari.  Sedangkan nama “buah naga” atau “dragon fruit”  diberikan karena warna buahnya merah menyala dan kulitnya menyirip hijau seperti sosok naga.  Pada saat ini tanaman buah naga bukan hanya sekedar tanaman hias saja, tapi sudah dikembangkan dan dibudidayakan di kebun-kebun untuk diproduksi buahnya.  Buahnya dapat dimakan, rasanya enak, dan memiliki kandungan yang bermanfaat dan berkhasiat sebagai :  penyeimbang kadar gula, pencegah kolesterol tinggi, dan  pencegah kanker usus.
Tujuan
            Menjadikan buah naga sebagai peluang agribisnis yang menguntungkan dan cukup prospektif jika dikelola dengan baik dan professional. Hal ini disebabkan karena kandungan gizi pada buah naga cukup tinggi, serta termasuk kategori buah yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.


ISI
            Buah naga atau dragon fruit memang belum lama dikenal, dibudidayakan, dan diusahakan di Indonesia. Tanaman dengan buahnya berwarna merah dan bersisik hijau ini merupakan pendatang baru bagi dunia pertanian di Indonesia dan merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan dan pengembangan tanaman buah naga sangat bagus dibudidayakan didaerah tropis seperti di Indonesia.
            Tanaman kaktus ini berasal dari Negara Mexico, Amerika Tengah, dan Amerika Utara dan saat ini sudah menyebar diseluruh penjuru dunia. Di daerah asalnya buah naga ini dinamai pitahaya atau pitaya roja. Penduduk disana sering memanfaatkan buah ini untuk dihidangkan sebagai buah konsumsi segar dimeja hidangan.
Tetapi dalam perkembangannya buah naga lebih dikenal sebagai tanaman dari Asia karena sudah dikembangkan secara besar-besaran di beberapa Negara Asia terutama Negara Vietnam dan Thailand. Pada awalnya tanaman ini ditujukan sebagai tanaman hias, karena bentuk batangnya segitiga dan berduri pendek dan memiliki bunga yang indah mirip dengan bunga Wijayakusuma berbentuk corong dan mulai mekar disenja dan akan mekar sempurna pada malam hari. Karena itulah tanaman ini juga dijuluki night blooming cereus.
Buah naga masuk atau mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 2000, dan bukan dari budidaya sendiri melainkan di impor dari Thailand. Padahal pembudidayaan tanaman ini relatif mudah dan iklim tropis di Indonesia sangat mendukung pengembangannya.
Tanaman ini mulai dikembangkan sekitar tahun 2001, dibeberapa daerah di Jawa Timur di antaranya Mojokerto, Pasuruan, Jember dan sekitarnya. Tetapi sampai saat inipun areal penanaman buah naga masih bisa dibilang sedikit dan hanya ada di daerah tertentu karena memang masih tergolong langka dan belum dikenal masyarakat luas.
Klasifikasi Buah Naga
Divisi          : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Subdivisi    : Agiospermae (berbiji tertutup)
Kelas          : Dicotyledonae (berkeping dua)
Ordo           : Cactales
Famili         : Cactaceae
Subfamily   : Hylocereanea
Genus         : Hylocereus
Species       : - Hylocereus undatus (daging putih)
                     - Hylocereus polyrhizus ( daging merah)
                     - Hylocereus costaricensis (daging merah super)
                     - Selenicereus megalanthus (kulit kuning, tanpa sisik).
buah naga.jpg            Buah naga termasuk kelompok tanaman kaktus atau family Cactaceae dan subfamily Hylocereanea. Termasuk genus Hylocereus yang terdiri dari dari beberapa species, dan diantaranya adalah buah naga yang biasa dibudidayakan dan bernilai komersial.
            Pasar lokal saat ini dibanjiri produk ekspor. Berdasarkan catatan dari eksportir buah di Indonesia, buah naga ini masuk ke tanah air mencapai antara 200 - 400 ton/tahun asal Thailand dan Vietnam.  Untuk pengembangan agribisnis buah naga ini sangat sesuai dengan iklim dan keadaan tekstur tanah di Indonesia.
Komoditas ini mempunyai prospek yang cerah untuk peluang ekspor dan pasarnya masih terbuka lebar dan memiliki potensi yang sangat baik dikembangkan di Indonesia. Buah naga sangat cocok ditanam di daerah sejuk, beberapa kota penghasil buah naga kebanyakan dari jawa timur, diantaranya Malang, Mojokerto dan Jember dan didistribusikan ke kota-kota besar seperti Yogyakarta, Jakarta dan kota lain diluar pulau Jawa.
Indonesia yang beriklim tropis dengan suhu rata-rata pada kisaran 25° - 30° Celcius sangat cocok sekali bagi perkembangbiakan budidaya buah naga. Apalagi dengan curah hujan yang tidak terlalu tinggi dapat membuat tanaman ini tumbuh dengan baik, karena curah hujan yang terlalu tinggi biasanya akan membuat bunga buah naga tidak tumbuh atau bahkan membusuk.


KEGUNAAN
            Saat ini buah naga telah dikenal ke seluruh dunia karena kandungan buah naga yang sangat baik bagi kesehatan. Buah naga memiliki kadar anti-oksidan yang tinggi sehingga mampu untuk menangkal radikal bebas. Buah naga memiliki rasa sedikit manis, tetapi buah ini memiliki kandungan Vitamin C yang sangat tinggi. Sehingga mampu meningkatkan daya tahan serta kekebalan tubuh dari serangan penyakit. Selai vitamin C, buah naga ternyta juga memiliki kandungan Vitamin B1 dan Vitamin B2 yang mampu meningkatkan metabolism serta nafsu makan. Buah naga juga mengandung berbagai mineral penting seperti potasium, serat, protein, ferum, sodium dan kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh.
Berbagai hasil penelitian ilmiah menunjukkan buah naga berfaedah bagi kesehatan. Marhazlina M, peneliti Department of Nutrition and Dietetics Faculty of Medicine and Health Sciences Universiti Putra Malaysia, meneliti pengaruh mengkonsumsi buah naga terhadap kadar gula darah dan kolesterol pada pasien diabetes mellitus tipe 2 yang tidak tergantung insulin. Uji dilakukan terhadap 28 pasien berusia 40-55 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan kadar kolesterol high density lipoprotein (HDL)-kolesterol pasien meningkat 14,1% setelah 4 minggu perlakuan. Sedangkan kadar gula darah pasien menurun 19,94%, kolesterol low density lipoprotein (LDL)-kolesterol buruk-5,94%, dan trigliserida 23,52%. Kesimpulannya, buah naga berdaging merah berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah dan mencegah risiko penyakit jantung pada pasien diabetes.
Dengan kandunganya yang begitu luar biasa, buah naga tentu saja memiliki manfaat yang sangat banyak bagi tubuh manusia. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan yang kompeten dibidangnya, buah naga memiliki khasiat untuk menangkal radikal bebas karena mengandung zat anti-oksidan. Selain itu buah naga juga mampu menurunkan kolesterol dan meningkatkan metabolisme karena mengandung vitamin B1 dan vitamin B2. Buah naga juga berfungsi untuk menetralkan racun, menangkal kanker serta mengikat logam berat yang berbahaya bagi tubuh kita. Selain itu buah naga juga mampu memperkuat tulang serta gigi karena mengandung kalsium dan fosfor.

PENGELOLAAN

bibit buah naga.jpg1. Persyaratan Tumbuh Tanam
Ditanam di dataran rendah, pada ketinggian 20 – 500 m diatas permukaan iaut Kondisi tanah yang gembur, porous, banyak mengandung bahan organik clan banyak mengandung unsur hara, pH tanah 5 – 7. Air cukup tersedia, karena tanaman ini peka terhadap kekeringan dan akan membusuk bila kelebihan air Membutuhkan penyinaran cahaya matahari penuh, untuk mempercepat proses pembungaan.
2. Persiapan Lahan
Persiapkan tiang penopang untuk tegakan tanaman, karena tanaman ini tidak mempunyai batang primer yang kokoh. Dapat menggunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapikan ke tanah sedalam 50 cm. Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi besi yang berbentulk lingkaran untulk penopang dari cabang tanaman. Sebulan sebeium tanam, terlebi dahulu dibuatkan Wbang tanan dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam 2 m x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar terdapat sekitar 2000 lubang tanam penyangga. Setiap tiang/pohon penyangga itu dibuat 3 – 4 Lubang tanarn dengan jarak sekitar 30 cm dari tian penyangga.
Lubang tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang yang masak sebanyak 5 – 10 kg dicampur dengan tanah.
3. Persiapan bibit dan penanaman
Buah naga dapat diperbanyak dengan cara : Stek dan Biji Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 – 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir clan pupuk kandang  dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Setelah bibit berumur 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan.
4. Pemeliharaan
Pengairan
Pada tahap awal perturnbuhan pengairan dilakukan 1 – 2 hari sekali. pemberian air berlebihan akan menyebabkan terjadinya pembusukan
Pemupukan
Pernupukan tanaman diberikan pupuk kandang, dengan interval pemberian 3 bulan sekali, sebanyak   5 – 10 Kg. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Sementara belum ditemukan adanya serangan hama clan penyakit yang potensial. Pembersilhan lahan atau pengendalian gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman
Pemangkasan
Batang utama ( primer ) dipangkas, setelah tinggi mencapai tiang penyangga ( sekitar 2 m ), clan ditumbuhkan 2 cabang sekunder, kemudian dari masing-masing cabang sekunder dipangkas lagi clan ditumbuhkan 2cabang tersier yang berfungsi sebagai cabang produksi.
5. Panen
pohon buah naga.jpgSetelah tanaman umur 1,5 – 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pemanenan pada tanaman buah naga dilakukan pada buah yang memiliki ciri – ciri warna kulit merah mengkilap, jumbai / sisik berubah warna dari hijau menjadi kernerahan. Pemanenan dilakulkan dengan menggunakan gunting, buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari terhitung sejak bunga mekar.
Dalam 2 tahun pertama. setiap tiang penyangga mampu menghasilkan buah 8 s / d 10 buah naga dengan bobot sekitar antara 400 – 650 gram. Musim panen terbesar buah naga terjadi pada bulan September hingga Maret. Umur produktif tanaman buah naga ini berkisar antara 15 – 20 tahun


PEMASARAN
          Pemasaran merupakan kegiatan yang penting dalam siklus produksi. Dalam setiap pemasaran tidak lepas dari saluran maupun lembaga pemasaran karena keduanya saling berkaitan satu sama lain. Dengan adanya saluran dan lembaga pemasaran maka produksi buah naga yang dihasilkan dapat didistribusikan kepada para konsumen. Melalui lembaga pemasaran produsen dapat menjual buah naga merah dan konsumen akan dapat memenuhi kebutuhan akan buah.
            pemasaran memiliki tujuan yaitu :
1.        Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
2.        Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat.
3.        Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.
       Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :
1.        Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
2.        Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan  sosial/budaya.
       Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran : Dari sudut pandang penjual :
1.        Tempat yang strategis (place),
2.        Produk yang bermutu (product),
3.        Harga yang kompetitif (price), dan
4.        Promosi yang gencar (promotion).
       Dari sudut pandang konsumen :
1.        Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants),
2.        Biaya konsumen (cost to the customer),
3.        Kenyamanan (convenience), dan
4.        Komunikasi (comunication).
Pemasaran yang berkesinambungan harus adanya koordinasi yang baik dengan berbagai departemen (tidak hanya di bagian pemasaran saja), sehingga dapat menciptakan sinergi di dalam upaya melakukan kegiatan pemasaran.
            Contoh analisis keuntungan dalam agribisnis budidaya buah naga :
Berikut ini analisis usaha budidaya buah naga pada lahan 1 hektare berisi 1600 tiang dan 4 tanaman pertiang ( 6400 tanaman ). Analisis usaha ini menganut asas maksimal dalam pembiayaan dan minimal untuk pendapatan.

PENGELUARAN
A. Biaya Investasi
- Sewa lahan 1 hektare selama 5 tahun : 5 x Rp. 3.000.000,00 = Rp.15.000.000,00
- Pembuatan tiang beton penyangga : 1600 x Rp. 15.000,00 = Rp.24.000.000,00
- Mulsa penutup permukaan tanah : 4 x Rp. 300.000,00 =Rp.1.200.000,00
- Pompa air dan instalasi mikro irigasi : 1 x Rp. 5.000.000,00 =Rp.5.000.000,00
Total investasi = Rp. 45.200.000,00
B. Biaya Operasional
- Pembelian bibit buah naga daging merah : 6400 x Rp. 10.000.00 =
Rp.64.000.000,00
- Tenaga kerja 4 orang @ Rp. 300.000,00 : 4 x 24 x Rp. 300.000 =
Rp.28.000.000,00
- Pupuk organik 64.000 kg @ Rp. 150,00 : 64.000 x Rp. 150,00 =
Rp.9.600.000,00
- Dolomite 32.000 kg @ Rp. 100,00 : 32.000 x Rp. 100,00 =Rp.3.200.000,00
- Sarana produksi, dll : Rp. 5.000.000,00
Total biaya operasional : Rp.109.800.000,00
Total biaya yang harus dikeluarkan : Rp.155.000.000,00

PEMASUKAN
A. Hasil Panen tahun ke 1 :
5 x 6400 x 0,4 kg x Rp.20.000,00 = Rp. 256.000.000,00
B. Hasil Panen tahun ke 2 :
10 x 6400 x 0,5 kg x Rp.20.000,00 = Rp.640.000.000,00
Total Pemasukan = Rp.896.000.000,00
LABA SEBELUM PAJAK
Laba sebelum pajak adalah seluruh biaya pengeluaran dikurangi dengan total pemasukan :
Rp. 896.000.000,00 – Rp. 155.000.000,00 = Rp. 741.000.000,00
KELAYAKAN USAHA
1. Break Event Point ( BEP )
A. BEP untuk volume produksi :
Rp.155.000.000,00 : Rp. 20.000,00/ kg = 7.750 kg( Titik balik modal tercapai jika produksi buah naga merah daging merah mencapai 7.750 kg)
B. BEP untuk harga produksi :
Rp.155.000.000,00 : 44.800 kg = Rp. 3.550,00/ kg(Titik balik modal tercapai jika harga jual buah naga merah daging merah adalah Rp.3.550,00/ kg )
2. B/C Ratio (Perbandingan antara penerimaan dan biaya)
B/C = Rp. 741.000.000,00 : Rp. 155.000.000,00 = 4.78 (Artinya, setiap penambahan biaya sebesar Rp. 1,00 memperoleh penerimaan Rp.4,78 )
Keterangan :
1. Bibit yang dipakai adalah dari jenis naga merah daging merah ( Hylocereus costaricensis ) yang bisa berbuah pada umur 8 bulan sejak penanamannya.
2. Bibit dalam keadaan sudah berakar sehingga langsung bisa tumbuh.
3. Pada panen tahun pertama diasumsikan jumlah buah hanya 5 biji per tanaman dengan berat hanya 400 gram/ buah, sehingga hasil panennya : 5 x 6400 x 0,4 kg = 12.800 kg.
4. Panen tahun ke 2, diasumsikan dalam satu pohon menghasilkan 10 buah dengan berat 500 gram, sehingga hasil panennya mencapai : 10 x 6.400 x 0,5 kg = 32.000 kg
5. Harga jual buah naga merah daging merah lebih tinggi daripada daging putih : Rp. 25.000/ kg.
6. Umur tanaman bisa mencapai 20 tahun. Perhitungan ini hanya pada tahun  pertama dan kedua.
7. Tiang beton yang dipakai berpenampang segi tiga sehingga biayanya lebih murah dan jika ingin lebih menekan biaya investasi bisa menggunakan tiang dari tanaman lain (hidup) yang berbatang kayu lurus.
8. Satu hektare berisi 1600 tiang dengan jarak antara tiang 2.50 m, tiap tiang berisi 4 tanaman sehingga satu hektare bisa terisi 6.400 tanaman buah naga.


DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Buah_naga (diakses tanggal 18 April 2013) http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran (diakses tanggal 18 April 2013)
http://naturindonesia.com/buah-naga.html (diakses tanggal 18 April 2013)



ROTAN (Calamus manan)
PELUANG BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN
 Nama    : Putri Andaria Nasution
Nim       : 111201008
Kelas     : Hut-4A
 

                                    Klasifikasi
                                             Kingdom  :  Plantae
                                             Divisi       :  Tracheophyta
                                             Kelas        :  Magnoliopsida
                                             Ordo        :  Arecanae 
                                             Family      :  Palmae
                                             Genus       :  Calamus
                                             Spesies     :  Calamus manan

Rotan adalah sekelompok tumbuhan memanjat yang merupakan pohon yang termasuk golongan palma. Salah satu fungsi rotan adalah digunakan sebagai bahan baku untuk membuat perabot rumah tangga seperti meja, kursi atau perabot lainnya. Penggunaan rotan untuk membuat perabot rumah tangga sudah dikenal dari dahulu. Ada hal baik dari furniture yang terbuat dari rotan, tetapi Anda juga harus pandai melakukan perawatan agar perabot Anda tetap awet dan kelihatan indah.
            Rotan secara umum lebih dikenal dapat di gunakan sebagai bahan untuk mebeler atau furniture, tetapi kenyataanya bagi yang menyenangi bahan dan produk dari rotan dapat digunakan hampir disemua segi kehidupan manusia seperti konstruksi rumah, isi rumah, perkantoran, jembatan, keranjang, tikar, lampit, tali, dll. Rotan merupakan hasil hutan non kayu yang mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi dan dapat digunakan hampir disemua segi kehidupan manusia, tetapi lebih dikenal secara umum digunakan untuk mebel atau furniture.
A.      Proses pemilihan bahan baku
Adapun bahan baku yang digunakan pada usaha ini diperoleh dari hutan-hutan Indonesia, antara lain; Sibolangit (Rotan Sega dan Rotan Getah), Aceh Singkil (Rotan Manau, Rotan Polis, Rotan Baliong dan Rotan Semambo), Kalimantan Barat (Rotan Pitrit), Padang (Rotan Pitrit), dan Sidikalang (Rotan Manau). Proses pengiriman bahan baku menggunakan jasa angkutan truk dengan kapasitas sebesar satu ton dalam sekali pengiriman. Bahan baku hanya dipesan jika persediaan di gudang telah habis. Dengan demikian waktu pemesanan bahan baku dapat dikatakan tidak tetap (tergantung kebutuhan).
Kriteria bahan baku yang dibutuhkan dalam proses produksi antara lain; rotan dengan warna krem hingga putih, elastis sehingga memudahkan dalam proses pembentukan, dan tidak terdapat cacat.

B.       Proses pengolahan
Bahan yang digunakan dalam proses produksi antara lain; Rotan Batangan, Rotan Semambo, Rotan Baliong, Rotan Manau, Rotan Sega, Rotan Pitrit, Rotan Cimuk, Rotan Getah, Rotan leping, Rotan Polis, Plastik Kombinasi, dan Sigres. Sedangkan alat yang digunakan adalah tembak steples, gunting, martil, gergaji, tandan, steaming oven dan kompor gas/semprot.
Semua rotan yang telah masuk ke gudang diberikan berbagai macam perlakuan agar dapat dibentuk sesuai dengan keinginan atau produk akhir yang diinginkan.

·           Pengolahan rotan bulat (yang baru dipanen)
a.    Pemasakan 
Tujuan pemasakan adalah untuk menurunkan kadar air agar cepat kering dan juga untuk mencegah terjadinya serangan jamur. Cara pemasakannya adalah potongan rotan diikat menjadi suatu bundelan, kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang sudah disiapkan campuran solar dengan minyak kelapa.
b.    Penggosokan dan pencucian
Setelah rotan dimasak, didiamkan beberapa menit, kemudian digosok dengan kain perca (sabut kelapa) untuk menghilangkan getah yang masih tersisa. Kemudian rotan dicuci dengan air bersih.
c.    Pengeringan
Lalu rotan dikeringkan dengan menjemur langsung pada terik matahari sampai kering.
d.   Pengawetan/pemutihan rotan
Pengawetan atau pemutihan rotan bertujuan agar rotan tidak terserang jamur atau berbagai organisme perusak lainnya.  Pengawetan rotan dilakukan dengan perendaman atau bisa juga dengan perebusan dalam larutan pengawet/pemutih .
e.    Pengasapan
Pengasapan dilakukan selama satu hari untuk memasukkan asap belerang ke dalam pori-pori rotan agar rotan lebih tahan lama dan tidak lapuk apabila terlalu lama berada di gudang dan tidak diolah.

·           Cara membuat furniture rotan
Furniture yang akan dibuat biasanya sesuai pesanan konsumen atau produk yang sudah biasa dihasilkan sebelumnya. Rotan yang sudah siap di proses kemudian dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan dengan menggunakan gergaji. Proses selanjutnya adalah pembengkokan. Alat yang diperlukan untuk membengkokkan rotan adalah tandan, kompor gas/semprot, dan steaming oven. Ada beberapa kerusakan pada proses pembengkokan, seperti pecah, patah dan putusnya serat pada bagian permukaan yang dilengkungkan.
Kemudian dilakukan perakitan rangka dan penganyaman. Rotan yang biasanya digunakan sebagai rangka adalah rotan manau, rotan getah, dan rotan baliong. Sedangkan untuk penganyaman, digunakan rotan pitrit, leping, sigres, dan plastik kombinasi. Setelah dianyam, setiap ujung dipaku menggunakan steples. Langkah akhir dalam proses ini adalah finishing. Finishing  adalah penyempurnaan hasil akhir suatu produk barang jadi (furniture) rotan. Finishing dapat berupa pemberian warna, penggosokan, dan pemgilatan dengan menggunakan cerlak.

C.      Perawatan Rotan
Agar mebel atau perabot dari rotan lebih tahan lama, ada hal yang perlu Anda perhatikan dalam merawatnya. Hal yang dapat Anda lakukan antara lain:
·           Bersihkan seminggu sekali. Cukup gunakan lap kering untuk menghilangkan debu-debu yang menempel. Jangan gunakan cairan kimia karena dapat merusak rotan.
·           Untuk membersihkan debu dan kotoran yang ada di sela-sela, cuci dengan menggunakan detergen. Cairan detergen hendaknya jangan terlalu pekat. Setelah itu, lap dengan menggunakan lap kering dan kerinngkan dengan diangin-anginkan. Ini dapat dilakukan setiap 1 bulan sekali.
·           Agar tetap kelihatan indah, Anda dapat mengecatnya bila warna rotan sudah kelihatan pudar.
·           Letakkan perabot dari rotan di tempat yang tidak terkena hujan dan sinar matahari secara langsung. Hal ini dapat membuat perabot Anda menjadi pudar, kering sehingga mudah rusak.
·           Untuk menghindari rayap, Anda dapat menggunakan larutan kamper (kapur barus) dan minyak tanah. Semprotkan larutan tersebut pada rotan, atau masukkan dalam lubang yang dibuat rayap pada perabot rotan Anda.
Tentu rumah Anda akan lebih bersih jika perabot di dalam rumah Anda juga bersih, termasuk perabot atau mebel yang terbuat dari rotan. Ini akan mempercantik ruang di dalam rumah Anda.

D.      Kelemahan
            Kurangnya inovasi dan kreasi yang dilakukan oleh si pemilik usaha pada produk akhir menjadi salah satu kelemahan yang ditemui. Umumnya produk akhir yang dihasilkan tidak mengalami perubahan dari tahun ke tahun (bersifat monoton). Model dan motif produk juga tidak mengikuti tren yang sedang berkembang di pasar sehingga jumlah permintaan akan produk akhir tidak mengalami peningkatan yang berarti. Seharusnya si pemilik usaha lebih peka terhadap perkembangan tren pasar yang sedang terjadi sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai jual dan mampu bersaing dengan usaha lain yang sejenis atau bahkan dengan pasar internasional.
            Biaya yang dikeluarkan pada saat mendatangkan bahan baku juga menjadi kendala bagi si pemilik usaha. Ia mengatakan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk sekali pengiriman cukup besar dan mengalami peningkatan hampir setiap tahunnya. Hal ini dapat diatasi dengan membuka cabang baru di kota penghasil bahan baku yang memiliki jumlah pelanggan yang cukup besar. Dengan demikian diharapkan ongkos pengiriman bahan baku dan produk akhir dapat diminimalisir sehingga pada akhirnya akan menambah keuntungan si pemilik usaha.
            Proses perakitan rotan menjadi produk akhir juga melibatkan banyak pelaku industri lain di dalamnya, contohnya untuk pembuatan sofa (penambahan busa) dan cermin (penambahan cermin pada bingkai) si pemilik usaha masih harus mengirimkan produk setengah jadinya ke industri lain. Hal ini mengakibatkan bertambahnya biaya produksi dikarenakan si pemilik usaha tidak memiliki bidang yang khusus menangani proses tersebut. Perlu adanya penambahan jumlah tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus sehingga mampu meminimalisir biaya produksi dengan menggantikan peran industri lain yang biasanya digunakan.
            Lemahnya strategi pemasaran juga dapat mempengaruhi tingkat penjualan. Oleh karena itu, perlu adanya pemilihan strategi pemasaran yang tepat. Selama ini si pemilik hanya memasarkan produknya di tokonya sendiri atau dengan menerima pesanan dari konsumen. Media pemasaran on line yang sedang ramai digunakan saat ini patut dicoba sebagai strategi pemasaran alternatif agar dapat menjangkau pasar seluas mungkin. Di samping mudah dan cepat, media ini juga dapat membuat promosi produk menjadi lebih menarik dengan menampilkan gambar-gambar produk dengan berbagai desain. Konsumen dapat dengan leluasa memilih produk yang hendak dibeli kapan pun dan dimana pun mereka berada tanpa perlu datang langsung ke lokasi penjualan.


LAMPIRAN
A.      Jenis rotan
 






                Tanaman Rotan                                           Rotan manau kupas
 






                               
Rotan Sega                                                   Rotan Getah


 












                        Rotan Pitrit                                                 Rotan Baliong

 





                             
                   Rotan Semambo                                            Rotan Leping

B.       Alat bantu dalam pengerjaan produk
           





Martel                                 Paku Steples                              Steples
 






Tali Sigres                           Rotan Polis                      Plastik kombinasi



 





Tandan                                                Gergaji                           Mesin Pembuat Rotan Pitrit

C.      Produk dari rotan
 




 


                                   
 










Sumber:
http://www.dephut.go.id/informasi/mki/07%20III/Artikel,%20Rotan.htm
Indonesia-Meningkat
http://noerdblog.wordpress.com/2011/06/20/pengolahan-rotan/